Senin, 06 Februari 2012

Mengintip Warung Roti Bakar Beromzet Ratusan Juta

Bisnis roti bakar memang sudah biasa. Namun, belum tentu bisa bertahan lama. Madtari merupakan salah satu warung roti bakar yang cukup tua. Sejak 1999 hingga kini, Madtari masih memiliki pelanggan setia di Dago. Meski cuma warung roti bakar, Madtari bisa mencetak omzet ratusan juta.
Roti Bakar Edi boleh saja menjadi pilihan anak muda Jakarta menyantap roti di malam hari. Tapi di Bandung, Madtari bisa dibilang menjadi pilihan pertama untuk melahap roti bakar.
Madtari mengklaim sebagai roti bakar satu-satunya di Kota Kembang yang menggunakan selai blueberry. Menu roti spesial dengan campuran selai blueberry, kacang, dan taburan meses coklat membuat rasa roti bakar terasa asam manis.
Tidak hanya itu, rasa gurih dan asinnya didapat dari taburan keju yang menutup seluruh tumpukan roti. Pilihan lain adalah rasa roti keju susu dengan pelbagai macam pilihan rasa, seperti susu, coklat, kacang, dan roti rasa asin. Roti bakar rasa asin, yakni, roti dengan serutan keju pada tumpukan roti yang telah dibakar dengan taburan garam.
Makin larut malam, makin ramai pula pengunjung roti bakar Madtari di Jalan Dr. Oten 11, Dago. Salah satu kelebihan nongkrong di Madtari, selain santapan roti bakarnya, parkir dan tempatnya yang luas. Tidak perlu takut kehabisan tempat. Tak hanya memanfaatkan garasi gedung kuno berarsitektur gaya Belanda, setiap ruangan atau kamar telah disulap dengan kursi-kursi panjang berikut dengan meja. Tapi, dekorasi Madtari memang terbilang minim, tidak ada yang istimewa di warung roti bakar yang telah berdiri sejak tahun 1999 ini.
Menurut Manajer Madtari David Maidy, konsep layaknya warung kopi tetap dipertahankan. "Konsep seperti inilah yang membuat para pengunjung betah," kata David. Ia menambahkan, Madtari yang telah tiga kali berpindah tempat sudah terkenal sebagai roti bakar rakyat di Bandung.
Maksud roti yang merakyat: harga murah dan tempat yang apa adanya di pinggir jalan. Tengok saja, harga aneka roti mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 13.000 untuk menu spesialnya. Bosan dengan santapan roti, pisang bakar bisa jadi pilihan.
Pisang dibakar kemudian dilumuri selai sesuai selera dan tentu saja sebagai ciri khas dari Madtari, yaitu taburan kejunya. Harga pisang mulai dari Rp 6.000 hingga Rp 10.000 per porsi. Jika malam telah tiba dan udara kian dingin, santapan yang lebih hangat kerap menjadi pilihan.
Misalnya saja, mi instan dengan telur plus minuman yang dapat menghangatkan tenggorokan. Wedang jahe kencod boleh jadi pilihan karena sudah pasti, selain dapat menghangatkan tubuh, juga mampu mengusir pusing. Harganya sudah pasti aman di kantong, mulai Rp 5.000 sampai Rp 11.000.
Menyasar konsumen kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai pelanggan, Madtari sukses meraup untung yang cukup wah. Setiap hari, Madtari menghabiskan 500 kg pisang dan 200 tangkup roti.
Di bulan biasa, omzet Madtari mencapai Rp 150 juta per bulan. Ketika musim libur, Madtari mampu mencapai omzet Rp 200 juta. Pendapatan yang besar ini didukung dengan pelayanan prima selama 24 jam.
"Meski makin banyak roti bakar di Bandung tapi Madtari tetap menjadi pilihan karena kami melayani dengan sungguh-sungguh." tutur David yang setahun belakangan ini mengaku, bisnis roti bakar kepunyaan pamannya ini kian pesat setelah berpindah tempat.
Dua cabang Madtari lainnya berlokasi di Dago, tepatnya Jalan Teuku Umar dan Jalan Suci. David bilang, tahun ini, Madtari hendak ekspansi ke Tasikmalaya. sumber : kompas

Kamis, 02 Februari 2012

SEJARAH HAMBURGER DAN PENEMUNYA

makanan hamburger atau yang biasa dikenal dengan sebutan burger sudah tidak asing lagi ditelinga kita, makanan bukan asli indonesia ini cukup dikenal oleh orang indonesia, meskipun tidak semua orang indonesia pernah memakannya, paling tidak tau rupa dan bentuk hamburger ini. bagaimana tidak ? meskipun makanan ini bukan makanan asli indonesia, tapi di indonesia sudah cukup banyak yang menyediakan makanan ini, di layar televisi pun juga sering muncul iklan hamburger, di Indonesia yang cukup dikenal salah satunya adalah Mc D.
hambuger merupakan makanan cepat saji yang bahannya adalah berupa roti berbentuk bundar yang dibelas menjadi dua kemudian dibagian tengahnya diisi dengan daging dan sayuran misalnya tomat, selada, bawang bombay, hamburger juga dilengkapi dengan saus, beberapa jenis burger ada juga yang ditambahkan dengan asinan, keju, dan juga bahan pelengkap lain.
sejarah hamburger dan penemunya, berdasarkan kutipan dari wikipedia terdapat beberapa versi
sejarah hamburger
versi yang pertama, makanan hamburger ini dulu pada mulanya adalah makanan khas dari bangsa Tartar, makanan ini berupa daging cincang yang disantap tanpa dimasak atau dimakan mentah-mentah dan hanya diberi perasan jeruk. perlu anda ketahui, bangsa tartar adalah bangsa nomade yang sering melakukan perjalanan jauh dengan menunggang kuda, sering terjadi daging yang mereka bawa menjadi keras dan tidak layak untuk dimakan, kemudian mereka mencoba mengakalinya dengan meletakkan daging yang mereka bawah itu di bawah sadel kuda mereka. setelah melakukan perjalanan jauh ternyata daging itu masih dalam keadaan hangat dan tidak menjadi dingin, kemudian daging itu langsung saja dimakan tanpa dimasak dan hanya diberi dengan perasan jeruk nipis
seiring berjalanannya waktu, kemudian makanan yang terkenal lezat dari Asia Tengah ini dibawa oleh para pelaut Eropa pulang ke negaranya, tepatnya di kota Hamburg. masyarangkat di Hamburg pada umumnya mengganggap bahwa diri mereka adalah bangsa yang beradab, tentunya mereka menolak memakan daging yang mentah atau belum dimasak, maka daging khas Tartar tersebut mereka masak terlebih dahulu sebelum disantap dengan cara dibakar atau digoreng, ternyata masakan ini snagat disukai berbagai orang. tapi sampai saat ini sebagian orang tetap lebih menyenangi menyantapnya mentah-mentah. dari sinilah asal mula daging burger.
sejarah hamburger versi kedua, Menurut para penduduk hamburg, New York, sebuah kawasan yang dibei nama seperti kota Hamburg di Jerman, makanan ini ditemukan oleh dua bersaudara dari Ohio, Frank dan Charles Menches, menurut legenda, mereka merupakan penjaja makanan di pinggir jalan yang menjual sandwich, karena suatu hari mereka kehabisan sosis, maka mereka menggunakan daging sapi cincang sebagai pengganti sosis untuk isi dari sandwich mereka. Dan penggunaan daging sapi ini ternyata ditanggapi dengan baik oleh konsumen mereka.
sejarah hamburger versi ketiga, Menurut Komunitas Sejarah Seymour di Winconsin, mereka menyebutkan nama Charlie Nagreen sebagai pencipta hamburger. Nama Charlie Nagreen sekarang identik dipanggil “Hamburger Charlie”. Ia berjualan sandwich yang diisi dengan bakso saat ia berusia 15 tahun di Seymour Fair pada tahun 1885. Karena jualannya kurang sukses, ia menemukan sebabnya, karena pelanggan tidak dapat berjalan berkeliling sambil makan, maka ia memipihkan bakso yang dijualnya dan meletakkannya di antara irisan roti, ternyata hal ini sukses dan mampu menarik perhatian konsumen, karena hidangan Hamburg Steak amat populer saat itu, Charlie Nagreen pun memberi nama Hamburger pada penganan temuannya itu. Sejak itu ia selalu kembali tiap tahun ke Seymour Fair untuk berjualan hamburger, sampai saat kematiannya pada tahun 1951.
sejarah hamburger versi keempat, Menurut Kongres Perpustakaan Amerika dan Pemerintahan Connecticut, hamburger pertama dijual pada tahun 1895 oleh Louis Lassen di rumah makannya, Louise’s Lunch di New Haven, Connecticut, Majalah New York mengemukakan bahwa awalnya makanan ini tak diberi nama, hingga saat beberapa pelaut dari Hamburg singgah ke restoran itu dan menamai menu tersebut hamburger.
sejarah hamburger versi kelima, menurut seorang sejarahwan dari Texas, yaitu Frank.X.Tolbert menyatakan bahwa penemuan hamburger dilakukan oleh Fletcher Davis dari Athens, Texas. Ia percaya bahwa Davis mulai menjual hamburger di kiosnya di Athens sejak akhir tahun 1880an, dan memperkenalkan hamburger ke St.Louis Fair pada tahun 1904.
itulah sedikit wacana tentang sejarah hamburger, semoga bermanfaat bagi anda, khususnya bagi anda penggemar makanan hamburger, jadi tidak hanya suka makanannya, tapi juga tahu sejarahnya...
referensi, wikipedia.com